Sabtu, 07 Januari 2012

ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI


ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI
DI WORKSHOP ENGINEERING
PT DJARUM KUDUS

LAPORAN

Disusun sebagai pertanggung jawaban dalam melasanakan praktik kerja industri


logo stemba


Oleh :

TETEN HARYANTO
NIS: 0810057


KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 SEMARANG
2011


LEMBAR PENGESAHAN INDUSTRI

            Laporan dengan judul “ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI” yang telah dilakukan di PT Djarum Kudus pada tanggal 8 September – 24 Desember 2011 yang ditulis oleh Teten Haryanto ini telah diperiksa oleh pembimbing lapangan dan telah disahkan oleh PT DJARUM KUDUS



Pada Tanggal    :
Di                       : Kudus





Pembimbing Industri,                                           Workshop Superintendent,


                                                                                  
               Bp.Hery Sulistyo                                                     Bp.Aris Gumawan







LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH

            Laporan dengan judul “ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI” yang telah dilakukan di PT Djarum Kudus pada tanggal 8 September – 24 Desember 2011 yang ditulis oleh Teten Haryanto ini telah diperiksa oleh Guru Pembimbing Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan


                                    Pada Tanggal         :            
                                    Di                           : Semarang



           
Ketua Kompetensi Keahlian                                       Guru Pembimbing,


Drs.HARTO                                                                Drs.HARTO      _________
NIP.19600115 198503 1 016                                      NIP.19600115 198503 1 016




Kepala SMK Negeri 7 Semarang,


Drs.EDI DRAJAT WIARTO, M.Pd
NIP.19610925 198803 1 007



MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
·        Berakit-rakit dahulu berenang renang ketepian bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian
·        Sekali hidup sekali berarti setelah itu mati ,maka gunakan kesempatan di dunia untuk mencapai arti hidup ini di dunia dan akhirat
·        Kegagalan adalah sukses yang tertunda,karena itu bangkitlah dan kemudian berusaha lagi mengejar mimpi
·        Jika kita bersama-sama dalam mencapai tujuan yang sama maka kita akan berhasil
·         Kita tidak dapat memotivasi diri sendiri kearah yang lebih positif dengan terus menerus menggunakan kata-kata negatif
·        Sukses berawal dari keyakinan
·        Pemenang adalah mereka yang pantang menyerah

PERSEMBAHAN
·        Ayah dan Ibu tercinta
·        Keluarga di Semarang
·        Bapak/Ibu guru SMK NEGERI 7(STM PEMBANGUNAN) SEMARANG
·        Almameter tercinta “SMK NEGERI 7 (STM PEMBANGUNAN) SEMARANG
·        Seluruh karyawan Enginering Workshop PT DJARUM BAKALAN KRAPYAK KUDUS
·        Teman-teman kelas IV Teknik Pemesinan I
·        Pembaca yang budiman




KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas hidayah dan inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Praktik Kerja Industri dan menyelesaikan laporan ini dengan baik .Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW semoga kita tergolong sebagai umatnya dan mendapat syafaatnya besok di yaumul qiyamah amin.
Laporan ini disusun untuk memenuhi program pengajaran di SMK Negeri 7 (STM Pembangunan) Semarang dan sebagai salah satu syarat mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK).
            Sebagai salah satu pertanggungjawaban atas tugas yang telah penulis laksanakan selama Pendidikan Sistim Ganda,maka disusunlah laporan ini dengan judul “ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI”.Selama penulis melakukan praktik kerja industri banyak hal yang penulis dapatkan baik secara  langsung maupun tidak langsung diberbagai pihak di PT DJARUM KUDUS .Dalam kesempatan kali ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Edi Drajat Wiarto,M.Pd selaku kepala SMK N7 Semarang
2.      Bapak Drs.Harto selaku Ketua Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK N 7 Semarang
3.      Bapak Lilik Subagjo selaku wali kelas IV TMP 1
4.      Bapak Drs. Harto selaku guru pembimbing yang telah memberikan bimbingan
5.      Bapak dan Ibu guru SMK N 7 (STM Pembangunan) Semarang yang telah memberikan ilmunya kepada penulis
6.      Bapak Stefanus Tedjadinata selaku manager di engineering workshop PT DJARUM KUDUS yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu
7.      Bapak Hery Sulistyo selaku pembimbing industri yang telah membimbing penulis selama di enginering workshop PT DJARUM
8.      Bapak Imam Subarkah selaku kepala bagian fabrication yang telah bersedia memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu dibagian fabrication
9.      Bapak Sutriman ,Bapak Kastono ,dan Bapak Jajery yang telah bersedia membantu dan memberikan ilmu nya sehingga laporan ini dapat terselesaikan
10.  Bapak di workshop, fabrication, yang banyak memberikan pengajaran kepada penulis
11.  Segenap keluarga besar PT DJARUM KUDUS
12.  Kedua orang tua penulis yang senantiasa memberikan dukungan baik materi maupun spiritual selama pelaksanaan praktik kerja industri
13.  Teman-teman prakerin yang selalu ada baik senang maupun susah
14.  Dan semua pihak yang terlibat dalam penulisan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu

            Dalam penyusunan laporan ini penulis tentunya masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan maupun tata bahasa,maka dari hal tersebut penulis masih mengaharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.Selanjutnya penulis berharap semoga penulisan laporan kali ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang telah membaca laporan ini


                                                                        Semarang,......................2011


      Penulis




ABSTRAKSI

            Dalam laporan yang berjudul "ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI DI DEPARTEMEN ENGINERING WORKSHOP PT DJARUM KUDUS’’merupakan judul laporan yang disusun oleh Teten Haryanto jurusan Teknik Pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7(STM PEMBANGUNAN ) Semarang.
            Penulisan laporan ini merupakan salah satu bentuk dari peningkatan profesionalisme yang merupakan tuntutan dari dunia industri dan sebagai peningkatan etos kerja yang berkwalitas SMK N 7 (STM PEMBANGUNAN) SEMARANG. Program in dilaksanakan khusus bagi siswa kelas 4(empat) untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri yaitu guna melengkapi salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). Penulis telah melakukan praktek kerja industri di PT Djarum Kudus yang bertempat di Jalan Bakalan Krapyak Kudus.
            PT Djarum Kudus bergerak dalam bidang industri rokok yaitu pembuatan dari bahan mentah hingga menjadi rokok yang dapat di nikmati perokok. PT Djarum Kudus bagian Enginering Workshop merupakan tempat pembuatan mesin-mesin atau alat dan spare part yang berfungsi sebagai alat penunjang pembuatan rokok.
            Conveyor mesin tofi merupakan alat yang digunakan di departmen lain untuk alat penunjang mesin pencacah rokok. Rokok yang rejeck (produk gagal) ditarik kembali dimasukan kedalam mesin pencacah rokok untuk diambil tembakaunya. Setelah masuk kedalam mesin dan melalui proses, cacahan tembakau dan kertas akan terpisah. Proses out put tembakau diangkut mesin conveyor tofi menuju ke wadah penampungan. Selanjutnya tembakau diolah kembali dengan menambahkan saos agar segar kembali.
            Praktek kerja industri merupakan suatu hal yang berharga bagi siswa dalam hal melatih kedisiplinan,tanggung-jawab,kerjasama,dan inisiatif kerja. Praktek kerja industri merupakan pengenalan bagi siswa tentang bagaimana industri yang sebenarnya sehingga memberikan gambaran dan pengalaman serta manfaat bagi siswa itu sendiri.     

           

















                                     ABSTRACTION

             In a report entitled "TOFI CONVEYOR ASSEMBLY MACHINES IN THE MINISTRY OF Enginering WORKSHOP PT DJARUM KUDUS''is title report prepared by the Department of Mechanical Machining Teten Haryanto Vocational School District 7 (STM PEMBANGUNAN) Semarang.
Writing of this report is one form of increased professionalism which is a demand from the industrialized world and as a quality improvement work ethic SMK N 7 (STM PEMBANGUNAN) Semarang. Implemented a special program for students in grade 4 (four) to implement the Industrial Internship is to complete one of the requirements to participate in the End Semester Examination (UAS). The author has done work practices in the industry PT Djarum who held at Kudus Road the Kudus Krapyak going.
Kudus PT Djarum tobacco industry engaged in the manufacture of raw materials to become cigarette smokers can enjoy. PT Djarum Kudus Enginering Workshop is part of the manufacture of machinery or equipment and spare part that serves as a supporting tool.
Tofi Conveyor is a tool used in other departments to support machine tool cigarette counter. Rejeck cigarettes (product failure) is pulled back fed into the machine to be taken tobacco cigarette counter. After logging into the machine and through the process, chopped tobacco and paper are separated. Process out put tobacco transported to the machine conveyor mini storage containers. Furthermore, tobacco is processed again by adding a sauce for fresh again.
The practice of industrial work is a valuable thing for students in training discipline, responsibility, cooperation, and work initiatives. Industry work practices is an introduction for students about how the industry is actually providing an overview and experiences as well as benefits for the students themselves.

DAFTAR ISI

Halaman Judul.......................................................................................................... i
Lembar Pengesahan Industri................................................................................... ii
Lembar Pengesahan Sekolah................................................................................... iii
Motto dan Persembahan.......................................................................................... iv
Kata Pengantar ........................................................................................................ v
Abstraksi................................................................................................................. vii
Daftar Isi.................................................................................................................. ix

BAB I  PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang................................................................................. 1
1.2  Tujuan Praktek Kerja Industri........................................................... 2
1.3  Ruang Lingkup.................................................................................. 2
1.4  Tujuan Penulisan Laporan ................................................................ 3
1.5  Alasan Pemilihan Judul..................................................................... 4
1.6  Pembatasan Masalah.......................................................................... 4
1.7  Metode Pengumpulan Data............................................................... 4
1.9  Sistematika Penulisan Laporan.......................................................... 5

BAB II  TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1     Sejarah Singkat Perusahaan.............................................................. 8
2.2  Sekilas Mengenai Perusahaan.......................................................... 10
2.3     Misi,Visi,dan Nilai Inti Perusahaan................................................ 10
2.2.1 Misi Djarum.......................................................................... 11
2.2.2 Nilai Inti................................................................................. 11
2.2.3 Visi Djarum............................................................................ 12
2.4 Struktur Organisasi Perusahaan ....................................................... 12
2.5 Tinjauan Sekilas Tentang ENGINERING WORKSHOP ............. 15
2.6 Lokasi Perusahaan............................................................................ 17
2.7 Hasil Produksi dan Target Market................................................... 17
2.8 Target dan Strategi Industri............................................................. 19
2.9 Tenaga Kerja.................................................................................... 20
2.10 Jaminan Sosial................................................................................ 23
2.11 Cuti Tahunan.................................................................................. 25
2.12 Distribusi........................................................................................ 25
2.13 Produk............................................................................................ 26
2.14 Sekilas tentang produksi rokok...................................................... 29
2.15 Inspeksi.......................................................................................... 34


BAB III  TINJAUAN TEKNIK
3.1  Pengertian Umum Conveyor Mini................................................... 35
3.2  Bagian-Bagian Mesin Conveyor Mini............................................. 35
          3.2.1 Bearing dan Ring................................................................ 35
          3.2.2 Front Ext Bar LH/RH........................................................ 35
          3.2.3 Roller.................................................................................. 35
3.2.4 Meja Conveyor................................................................... 36
3.2.5 Ext Bar LH/RH.................................................................. 36
3.2.6 Roda Conveyor.................................................................. 36
3.2.7 Discharged Conveyor Wheel.............................................. 36
3.2.8 Scrapper roller..................................................................... 36
3.2.9 Belt (Stand Belt)................................................................ 36
3.2.10 Penyangga Meja Conveyor............................................... 37
3.2.11 Gear.................................................................................. 37
3.2.12 Rantai............................................................................... 37
3.2.13 Motor Conveyor............................................................... 37
3.2.14 Pengaman Rantai.............................................................. 37
3.2.15 Dinding Side Wall............................................................ 38
3.2.16 Pelipit................................................................................ 38
3.2.17 As Drat dan L Screw........................................................ 38
3.2.18 Rear Ext Bar LH/RH........................................................ 38
    
BAB IV  ASSEMBLY MESIN CONVEYOR MINI
4.1.   Pengertian Assembly Mesin Conveyor Tofi................................... 39
4.2.   Langkah Kerja Assembly Mesin Conveyor Mini............................ 40

BAB V  PENUTUP
5.1  Kesimpulan...................................................................................... 49
5.2  Kesan-kesan .................................................................................... 50
5.3 Saran ............................................................................................... 51
5.3.1 Bagi Siswa.......................................................................... 51
5.3.2 Bagi Perusahaan................................................................. 51
5.4 Keselamatan Kerja........................................................................... 52
5.5 Penutup............................................................................................ 52

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 45

LAMPIRAN-LAMPIRAN.................................................................................. 46








DAFTAR GAMBAR
                                                                                                                                   
Gambar 4.2.1 roller bracket,2ND roller dan meja conveyor................................. 33
Gambar 4.2.2 merakit conveyor wheel.................................................................. 33
Gambar 4.2.3 Rear Ext Bar................................................................................... 34
Gambar 4.2.4 merakit  penyangga meja conveyor................................................ 34
Gambar 4.2.5 merakit Ext Bar LH/RH................................................................. 35
Gambar 4.2.6 merakit roller bracket dan 2ND roller pada sambungan meja........ 35
Gambar 4.2.7 merakit 1 ST roller dengan front ext bar LH/RH........................... 36
Gambar 4.2.8 merakit scraper dengan 3RD  roller pada meja conveyor............... 37
Gambar 4.2.9 merakit dinding side wall............................................................... 37
Gambar 4.2.10 merakit pelipit............................................................................... 38
Gambar 4.2.11 merakit belt conveyor................................................................... 38
Gambar 4.2.12 merakit motor conveyor pada penyangga meja............................ 39
Gambar 4.2.13 merakit gear pada 1ST roller......................................................... 39
Gambar 4.2.14 merakit gera pada motor conveyor............................................... 40
Gambar 4.2.15 merakit rantai................................................................................ 40
Gambar 4.2.16 merakit pengaman rantai............................................................... 41





 





DAFTAR LAMPIRAN

1.      Jurnal Kegiatan Siswa
2.      Sertifikat
3.      Peta Perusahaan
4.      APAR



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Praktek Kerja Industri
                 Dalam era globalisasi ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat dan kompleks. Untuk mengimbangi era ini, pada dasaranya terdapat hubungan yang saling menguntungakan antara dunia industri dan dunia akademis. Dimana dunia industri menyediakan lapangan pekerjaan dengan berbagai jenis permasalahannya. Pada dunia akademis menyediakan sumber daya yang diharapkan mampu untuk memecahkan masalah tersebut dengan berbagai pendekatan.
                 Dalam era teknologi yang semakin pesat perkembangannya, khusunya di dalam dunia industri. Maka dunia akademis perlu untuk dapat mengimbangi hal tersebut, dengan dapat mencetak calon tenaga kerja yang benar-benar berkualitas dalam keterampilan dan pengetahuan agar dapat menyesuaikan diri dengan teknologi yang digunakan di dalam dunia industri.
                 Permasalahan yang timbul yaitu adanya ketidakselarasan antara dunia akademis dan dunia industri sebenarnya. Maka masalah tersebut dapat diatasi dengan adanya kegiatan saling mendukung dan saling menguntungkan antara dunia akademis dan industri, sehingga dapat tercipta hubungan kerjasama yang baik antara kedua pihak. Dari hal diatas maka munculah komitmen yaitu dengan adanya praktek kerja industri yang dilakukan oleh dunia akademis ke dunia industri.
                 Dalam praktek kerja industri ini diharapkan seorang siswa dapat merealisasikan ilmu yang telah siswa dapatkan selama belajar di sekolah. Selain itu siswa juga diharapkan dapat mengambil pengalaman atau ilmu yang belum siswa dapat selama menempuh pendidikan di sekolah, sehingga dapat menjadi calon-calon tenaga kerja yang memiliki sikap profesionalisme, disiplin yang tinggi, sikap yang baik, tanggung jawab pada pekerjaan, dan etos kerja yang tinggi.

1.2    Tujuan Praktek Kerja Industri
Tujuan yang diharapkan pihak sekolah dalam melakukan praktek kerja industri adalah sebagai berikut:
  1. Mengetahui fungsi dan cara kerja conveyor
  2. Memahami fungsi dari part part pada mesin conveyor
  3. Dapat melakukan  pembongkaran dan pemasangan mesin conveyor
  4. Mengetahui dan  menjalankan  proses perawatan pada mesin conveyor

1.3    Ruang Lingkup
Pelaksanaan praktik kerja industri dilaksanakan mulai tanggal 8 September 2011 sampai dengan 24 Desember 2011, yang termasuk didalamnya adalah program keahlian teknik pemesinan. Sedangkan pelaksanaan prakerin sesuai dengan hari kerja dan jam kerja di industri tempat pelaksanaan prakerin. Industri dimana tempat penulis melaksanakan prakerin adalah PT DJARUM KUDUS ENGINERING WORKSHOP .

1.4    Tujuan Penulisan Laporan
Setelah melaksanakan dan menyelesaikan pratik kerja industri ini, siswa diwajibkan untuk membuat laporan yang berisi suatu kegiatan dan ilmu yang siswa dapat ketika melaksanakan praktek kerja industri.
Laporan praktek kerja industri ini juga dapat siswa jadikan sebagai acuan siswa selama melaksanakan praktek kerja industri. Tujuan penulisan laporan ini adalah :
1.      Menerapkan seluruh teori dan praktek yang siswa dapat serta dipelajari selama siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah, sehingga dapat menjadikan keterampilan siswa berkembang.
2.      Memberikan pandangan bagaimana bekerja dengan orang lain dalam kondisi sebenarnya
3.      Mengajarakan kepada siswa bagaimana menyelesaikan masalah dengan jalan bersama atau kerja tim
4.      Meningkatkan pengenalan siswa pada aspek-aspek potensial di lapangan kerja dan membina hubungan sosial antara siswa dengan pekerja di lingkungan kerja
5.      Merupakan wahana atau lahan untuk menambah wawasan serta pengetahuan siswa

1.5    Alasan Pembuatan Judul
Dalam penulisan laporan ini,  penulis memilih judul “ ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI” dikarenakan:
1.      Modul ini merupakan penunjang atau sarana dalam pencacahan  rokok yang re-ject dalam mesin pencacah rokok
2.      Menambah ilmu pengetahuan baik dari fungsi, cara kerja, komponen, konstuksi dari mesin conveyor tofi
3.      Sebagai bahan untuk memperoleh pengetahuan tentang cara perakitan, pemasangan pada mesin, dan perawatan yang harus dilakukan pada mesin conveyor tofi

1.6    Pembatasan Masalah
Sebagai batasan agar dalam laporan kali ini tidak terjadi kesalahan dalam pengertian,penulis hanya membahas tentang fungsi, cara kerja, pembongkaran dan pemasangan dari part-part mesin conveyor tofi, pemasangan pada mesin,dan setting pada mesin. Penekanan penjelasan terdapat pada conveyor tofi.

1.7    Metode Pengumpulan Data
Adapun metode penulis yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai referensi pembuatan laporan ini yaitu sebagai berikut :

1.      Metode Interview
            Metode ini penulis gunakan sebagai langkah untuk mencegah adanya kesalahan ataupun kekeliruan data maka penulis mengadakan tanya jawab langsung dengan pembimbing industri dan beberapa teknisi . Dengan metode demikian penulis mendapatkan data yang akurat dan jelas pada proses kerja mesin. Penulis melakukan tanya jawab dengan bapak Kastono,bapak Jajeri selaku pelaksana dan bapak Triman selaku kasi assembly
2.      Metode Observasi
            Dalam metode ini penulis mengumpulkan data melalui pengamatan secara langsung terhadap peralatan dan mesin yang ada dalam bengkel fabrication PT DJARUM KUDUS .
3.      Metode Browshing/Searching
            Dalam metode ini penulis mengumpulkan data melalui internet . Kemudian dari data-data tersebut dipadukan dengan data-data dari praktek secara langsung dilapangan. Data-data tersebut penulis peroleh dari ; www.custom-conveyor.com,www.conveyor-belt.co.uk,www.tootoo.com
4.      Metode demonstrasi
            Dalam metode ini penulis sengaja terjun langsung ke lapangan dan mengoperasikan mesin yang penulis laporkan. Kegiatan lain adalah membantu teknisi dalam merakit, memperbaiki, dan memasang conveyor tofi.

1.8    Sistematika Penulisan Laporan
      Untuk lebih terarahnya laporan ini dan sebagai cara mempermudah pembaca dalam mememahami isi dari laporan, penulis mennyusun laporan ini dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang Praktek Kerja Idustri
2.    Tujuan Praktek Kerja Industri
3.    Ruang Lingkup
4.    Tujuan Penulisan Laporan
5.    Alasan Pemilihan Judul
6.    Pembatasan Laporan
7.    Metode Pengumpulan Data
8.    Sistematikan Penulisan Laporan
BAB II : TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN/INDUSTRI
1.    Sejarah Perusahaan
2.    Sekilas Mengenai Perusahaan
3.     Misi,Visi,dan Nilai Inti Perusahaan
4.    Struktur Organisasi Perusahaan
5.    Tinjauan Sekilas Tentang ENGINERING WORKSHOP
6.    Lokasi Perusahaan
7.    Hasil Produksi dan Target Market
8.    Target dan Strategi Industri
9.    Tenaga Kerja
10.     Jaminan Sosial
11.     Cuti Tahunan
12.     Distribusi
13.     Produk
BAB III : TINJAUAN TEKNIK
1.         Pengertian Mesin Conveyor
2.         Part-part mesin conveyor tofi
BAB IV : PEMBAHASAN
1.         Pengertian assembly mesin conveyor tofi
2.         Langkah kerja assembly mesin conveyor tofi
BAB V : PENUTUP
1.         Kesimpulan
2.         Kesan-Kesan
3.         Saran
4.         Penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN/INDUSTRI
2.1     Sejarah Singkat Perusahaan
Sebelum memiliki “Djarum” Oei Wei Gwan memilki usaha pembuatan mercon merek “Leo” waktu itu ia mempunyai hubungan dengan para pejuang. Pada masa perang kemerdekaan timbul gagasan membuat rokok untuk para pejuang. Dari sini berkembang menjadi bisnis yang langsung langgeng, karena usahanya masih terbilang kecil, Oei Wei Gwan yang berasal dari Rembang banyak terjun langsung ke lapangan industri. Mulai dari meramu tembakau sampai pada pemasarannya. Pada tahun 1951 secara formal perusahaan rokok Djarum didirikan berbentuk badan hukum sebagai perusahaan perorangan produk yang  diproduksi baru empat merek yaitu Djarum, Merata, Kotak Ajaib, dan Kembang Tandjung. Semua masih dalam bentuk Sigaret Kretek yang dikerjakan secara manual.
Pada tahun 1955 perusahaan memulai memperluas usahanya dengan menambah dua lokasi produksi yang memproduksi produk Djarum Klobot. Tahun 1962 perusahaan menambah lokasi produksi lagi.
Pada tahun 1963 perusahaan mengalami hambatan dengan terbakarnya pabrik sehingga tinggal satu lokasi produksi, yaitu Kliwon dan seluruh kegiatan produksi dipindah ke sana. Tiga tahun kemudian semua usaha dipusatkan di Jetak dan Gribig.
Pemberian nama Djarum bukan diberikan oleh Oei Wei Gwan, melainkan sudah melekat pada pabrik yang dibelinya. Nama Djarum yang dimaksud disini adalah nama pabrik rokok kecil yang dulu dibeli.
Sepeninggalan Bapak Oei Wei Gwan di tahun 1963, kedua putranya Bapak Bambang Hartono dan Bapak Budi Hartono, kemudian meneruskan usaha orang tuanya. Di bawah kepemimpinan mereka perusahan semakin berkembang. Kemudian perusahan melakukan retrukturisasi dan reorganisasi. Departemen penelitian dan pengembangan dibentuk pada tahun 1970 untuk memenuhi permintaan pasar dan menjaga kualitas produk. Pada tahun itu pula, Djarum memulai mekanisasikan proses – proses pembuatan rokok dan mulai memproduksi rokok kretek yang diproses dengan mesin. Pada tanggal 21 Maret 1983 terjadi retrukturisasi di Djarum dari bentuk perorangan menjadi badan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang dibagi dua, PT. Djarum dan PT. Solamirta. PT. Solamitra berperan sebagai perusahaan untuk membelikan bahan baku.
Pada tahun 1985, Djarum menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Kesuksesan ini memberikan motivasi dan inspirasi kepada seluruh keluarga besar Djarum untuk bekerja lebih keras memuaskan konsumen dengan memproduksi rokok kretek kualitas terbaik dan mempertahankan pasar. Untuk mempertahankan posisi tersebut secara konsisten, Djarum memperluas jaringan distribusi di dalam dan di luar negeri. Djarum selalu berusaha untuk menjaga ketepatan waktu dalam mengirim produk – produknya ke semua agen dan distributor di seluruh dunia.
Secara hukum pada tanggal 3 Januari 2000 terjadi restrukturisasi lagi, yaitu PT. Djarum dan PT. Solamirta bergabung menjadi satu dengan nama PT. Djarum. Sehingga  PT. Solamirta secara legal dinyatakan bubar.
2.2     Sekilas Mengenai Perusahaan
Berpusat di kota KUDUS – JAWA TENGAH, pabrik rokok Djarum merupakan kombinasi dari pabrik padat karya uang yang melibatkan ribuan tenaga kerja serta padat modal (otomatisasi) yang dioperasikan oleh tenaga – tenaga professional dengan dilengkapi fasilitas workshop teknik dan pengolahan limbah yang memenuhi standar Internasional. Monitoring pabrik yang terkomputerisasi sejak 1985 dan menghasilkan pola pengawasan terpadu di semua sektor industri merupakan modal utama untuk menghasilkan produk – produk berkualitas.
2.3    Misi, Visi dan Nilai Inti Perusahaan
DJARUM adalah organisasi profesional yang ingin berprestasi tinggi. Di dalam era ini hanya organisasi kelas dunia yang dapat bertahan hidup. Bagi Djarum, menjadi organisasi kelas dunia adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi. Syarat utama agar Djarum berprestasi tinggi dengan kinerja keras dunia adalah apabila setiap sumber daya manusia di Djarum memiliki nilai – nilai dan tujuan yang sama.
2.3.1  Misi Djarum
Kami hadir untuk memuaskan kebutuhan merokok para perokok.
2.3.2  Nilai Inti
Untuk mendukung tercapainya visi masa depan, Djarum telah mendefinisikan, menetapkan, dan menerapkan lima nilai inti dari perusahaan yaitu :
1.         Fokus kepada pelanggan
Mendengarkan pelanggan dan memenuhi kebutuhan mereka dengan cara terbaik yang dapat kita lakukan.
2.         Profesionalisme
Profesionalisme lebih merupakan suatu sikap dan bukan hanya suatu perangkap kemampuan. Seorang professional adalah orang yang bekerja dengan sikap yang baik dan melakukannya dengan cara yang baik dan juga memiliki perhatian yang serius.
3.         Organisasi yang terus belajar
Organisasi yang belajar dari karyawan internal, pelanggan eksternal serta lingkungan sekitarnya secara terus menerus.Belajar adalah kepentingan seluruh jenjang dengan dilandasi sikap keterbukaan dan saling percaya sehingga orang berani melakukan perubahan dan percobaan tanpa merasa terancam.
4.         Satu Keluarga
Suatu himpunan orang yang mempunyai pertalian khas dan mau hidup bersama dengan tatacara yang disepakati bersama untuk mencapai satu tujuan.



5.         Tanggung Jawab Sosial
Tanggung jawab sosial adalah peka dan peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan dalam kehidupan berbisnis kita.

2.3.3 Visi
Menjadi yang terbesar dalam nilai penjualan dan pofitabilitas di industri rokok Indonesia.
Uraian Visi :
1.    Kepemimpinan dalam pasar dengan cara menghasilkan produk – produk yang berkualitas tinggi secara konsisten dan inovatif untuk memuaskan konsumen.
2.    Penciptaan citra positif yang kuat untuk perusahaan dan merek – merek kita.
3.    Manajemen profesional yang berdedikasi serta sumber daya manusia yang kompeten.
2.4         Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme formal, dimana organisasi dikelola, hubungan antara fungsi, bagian atau posisi maupun orang yang menunjukkan kedudukan,  tugas, wewenang serta tanggung jawab yang berbeda dalam organisasi. Sedangkan untuk menjalankan proses operasional, PT. DJARUM dibagi menjadi 7 departemen yang masing – masing dikepalai oleh seorang direktur. Tiap direktur membawahi beberapa manager yang mengepalai bagian – bagian. Adapun 7 departemen tersebut adalah :

1.      Departemen Pembelian (Purchasing).
2.      Departemen Produksi.
3.      Departemen Marketing.
4.      Departemen Penelitian dan Pengembangan (R&D).
5.      Departemen Keuangan (Finance).
6.      Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD).
7.      Departemen Bussiness Technology (BizTech).
Job description dari beberapa jabatan yang ada di PT. Djarum adalah :
1.      Chief Executive Officer (CEO)
1.1  Mewakili perusahaan di dalam dan luar perusahaan.
1.2  Menyusun rencana kerja, rencana anggaran, dan belanja perusahaan.
1.3  Bertanggung jawab dalam rapat Dewan Komisaris.
1.4  Menetapkan kebijaksanaan perusahaan.
1.5  Bertindak sebagai penanggung jawab atas semua kegiatan dan usaha untuk mencapai tujuan perusahaan.
2.      Marketing Director
2.1        Menjaga kelancaran pemasaran produk yang sudah ada.
2.2        Berusaha meningkatkan volume penjualan dan market share.
2.3     Memonitor pesaing dengan mengumpulkan data kegiatan pesaing dan menentukan strategi untuk mengatasinya.
2.4        Mengadakan riset pasar mengenai produk sendiri.
2.5     Mengumpulkan data mengenai keinginan konsumen untuk diteruskan ke bagian produksi.
2.6        Merencanakan dan melaksanakan kegiatan promosi.
2.7     Membawahi 5 daerah pemasaran (perwakilan Jakarta, Bandung, Semrang, Surabaya).
2.8        Memberikan laporan secara periodik.
3.      Finance Director
3.1.      Menerima dan menyimpan uang dan sutar-surat berharga.
3.2.   Mencatat semua transaksi perusahaan yang berkaitan dengan keuangan.
3.3.      Membuat laporan posisi keuangan perusahaan secara perodik.
4.      Production Director
4.1.   Menerapkan kebijaksanaan dalam bidang proses produksi, mulai dari bahan baku menjadi barang jadi.
4.2.      Mengawasi pelaksanaan kerja pada bidang produksi.
4.3.   Mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk mesin, agar kelancaran proses produksi terjamin.
4.4.      Mengkoordinir bagian yang ada dibawahnya.
5.      HRD Director
5.1.      Menarik dan menyeleksi tenaga kerja yang akan diterima.
5.2.      Menempatkan karyawan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
5.3.      Mengatur promosi jabatan karyawan.
5.4.      Membuat laporan perburuhan.
5.5.      Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas karyawan.
6.      Purchasing Director
6.1.      Mengadakan pembelian bahan baku, bahan pembantu, dan alat-alat.
6.2.      Mencari dan memilih supplier yang baik dan menguntungkan.
6.3.   Menjamin kontinuitas tersedianya bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan dalam proses produksi.

2.5    Tinjauan Sekilas Tentang ENGINERING WORKSHOP
Enginering Workshop merupakan tempat pembuatan spare part dan alat-alat penunjang pembuatan rokok .Enginering Workshop terbagi menjadi 4 bagian utama ,yaitu ;
1.   PPIC
2.   Machine Shop
3.   Sheet Metal
4.   Assembly
Tugas-tugas dari masing-masing bagian adalah ;
1.     PPIC
Tugas dari bagian PPIC yaitu ;
1.1    Plan Maker
1.2    Admin & Logistic
1.3    Design & CNC program
1.4    Production Planning
1.5    Maintenance
2.    MACHINE SHOP
Machine Shop terbagi menjadi 2 ,yaitu ;
2.1     CNC Machine
Pada bagian CNC Machine terdapat mesin-mesin ; CNC HERMLE Milling 5 axis,OKHUMA Milling 3 axis,OKHUMA Turning Milling 3 axis,Wire Cut,EDM .
2.2     Conventional Machine
Pada bagian Conventional Machine terdapat mesin-mesin ; Bubut,Frais,Hobbing,Surface Grinding,Gerinda Pahat,Heat & Treatmen .
3.    SHEET METAL                                                                      
Sheet metal pada umumnya merupakan bengkel pengerjaan plat .Pada bagian sheet metal terdapat beberapa bagian ,diantaranya ;
3.1     Cutting
3.2     Drilling
3.3     LAS
3.4     Finishing
3.5     Assembly

4.    ASSEMBLY
Pada bagian assembly terdapat 2 bagian ,yaitu ;
4.1         Finish Process
4.2         Quality Control


2.6    Lokasi Perusahaan
Berpusat di kota Kudus - Jawa Tengah, pabrik rokok Djarum merupakan gabungan dari pabrik padat karya dan pada modal yang melibatkan ratusan tenaga kerja serta dioperasikan oleh tenaga-tenaga profesional. Dilengkapi dengan fasilitas workshop teknik dan pengolahan limbah yang memenuhi standard Internasional. Monitoring pabrik yang telah terkomputerisasi sejak tahun 1985 dan menghasilkan pola pengawasan terpadu di semua sektor industri merupakan modal utama untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.
Pada saat ini penulis melakukan prakerin pada workshop teknik yang berada di desa Krapyak kecamatan Gribig kabupaten Kudus.Pabrik-pabrik Djarum antara lain terdapat di Megawon, Jetak, Gribig, Karangbener, dan Sudimoro merupakan kombinasi dari pabrik rokok SKT dan SKM. Untuk SKT, kegiatan yang dilakukan adalah meracik, melinting, dan mengepak rokok. Sedangkan pada SKM, kegiatan proses produksi dioperasikan sistem mekanis terpadu, mulai dari peracikan tembakau, pemberian saus, pembuatan filter, pembuatan rokok hingga pengepakan.

2.7    Hasil Produksi dan Target Market
PT. Djarum bergerak dibidang  usaha produksi rokok. Mulai dari pembelian bahan baku sampai dengan pemasaran produk dan semua proses yang terkait di dalamnya dinaungi dalam satu badan usaha, yaitu PT. Djarum. Adapun produk – produk produksi PT. Djarum dikelompokkan dalam 5 bagian, yaitu :
1.      SKM (Sigaret Kretek Mesin) domestik, terdiri dari : Djarum Super 12 & 16, LA Light, LA Light Menthol, Black 12 & 16, Black Cappucino 12 & 16, Black Tea 12 & 16, Djarum Super  Mezzo.
2.      SKM (Sigaret Kretek Mesin) ekspor, terdiri dari : Djarum Super 12, Djarum King Size, Djarum Black, Djarum Splash, Djarum Bali Hai, Djarum Special, Djarum Special Light, dan Djarum Special Menthol, dll.
3.      Sigaret Putih Mesin Ekspor, terdiri dari : Premium Internasional, Premium One Full Flavour, Premium One Menthol, Premium One Light, dan Born Free.
4.      SKT (Sigaret Kretek Tangan) domestik, terdiri dari : Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Classic, Djarum Kuning Tua, Djarum Safari, Djarum Merdeka, Djarum Pusaka, Djarum Langgeng.
5.      Cerutu, terdiri dari : Cigarillos, Gold Seal, Dos Hermanos, dan Don Roberto, dll.


2.8    Target dan Strategi Industri
1                  Target Market
1.1         Produk yang dihasilkan untuk masyarakat luar khususnya kalangan dewasa / remaja gaul.
1.2         Reguler dan Ekspor, yaitu pasar dalam negeri khususnya pulau Jawa dan pasar luar negeri dengan tujuan pemasaran benua Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.
2                  Strategi Industri Dalam Mencapai Target
2.1         Aspek Sumber Daya Manusia
2.1.1        Menyediakan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan baik secara teknis maupun manajemen.
2.1.2        Mengadakan pelatihan terhadap karyawan untuk meningkatkan skill dan pengetahuan.
2.2         Aspek Keuangan
2.2.1        Menyediakan alokasi keuangan untuk mempertinggi          produktifitas / investasi sarana produksi.
2.3         Aspek Metode
2.3.1        Menggunakan metode yang tepat untuk perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian produksi.
2.4         Aspek Peralatan
2.4.1        Menyediakan peralatan / mesin sesuai dengan kebutuhan dan mempunyai kepastian tinggi.
2.4.2        Melatih dan mendidik petani tembakau untuk menghasilkan tembakau yang berkualitas tinggi sebagai mitra.



2.9    Tenaga Kerja
Sumber Daya Manusia adalah salah satu aset yang gerak tumbuhnya merupakan gerak tumbuhan perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan dan kinerja mulai dari karyawan pabrik sampai ke tenaga kerja manajerial.
Lebih dari 50.000 pekerja pabrik berasal dari Kudus, Pati, Rembang, Juwana, dan Semarang. Mereka menempati barak yang tersebar di 40 lokasi di kota Kudus dan sekitarnya untuk memudahkan transportasi para pekerja ke tempat tugasnya.
Penetapan standard upah bagi pekerja borongan dan harian diatur melalui Persatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) dengan memperhatikan kemampuan dan kepentingan seluruh anggota serta standard biaya hidup di daerah tersebut. Bagi karyawan disediakan fasilitas kesehatan berupa poliklinik dan layanan KB di setiap lokasi kerja. Perusahaan juga melakukan usaha-usaha perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan karyawan dengan program K3nya.
Perekrutan karyawan dilakukan secara profesional dimana analisis kebutuhan karyawan dan penguasaan ketrampilan dilakukan secara sistematis. Pelatihan secara konsisten dan berkesinambungan dilakukan di setiap tingkat dan jabatan. Seperti bagian teknik dan produksi yang diikutsertakan pada pelatihan di Eropa agar lebih menguasai pengelolaan dan pengoperasian mesin-mesin pengolahan dan produksi rokok. Hal yang sama juga berlaku di bagian pemasaran yang mengikutsertakan karyawannya pada lokakarya dan pelatihan di dalam maupun di luar negeri.
Sejumlah SDM PT. Djarum di tingkat manajerial dan Direksi adalah alumnus dari Universitas terkemuka di Indonesia. Dengan pengetahuan manajemen yang ditimba dari Universitas tersebut, ditambah akumulasi pengalaman yang panjang dalam memproduksi rokok kretek memungkinkan PT. Djarum berkembang menjadi lebih profesional.
Karyawan baru seperti operator pria dan wanita harus menempuh masa pelatihan selama 6 bulan. Jika ada yang tidak lulus setelah menjalani pelatihan selama 6 bulan pertama, maka karyawan tersebut diberi kesempatan pelatihan selama 6 bulan lagi. Setelah itu barulah diangkat menjadi karyawan tetap.
Dalam kaitannya dengan sistem produksi, yang dimaksud tenaga kerja adalah orang-orang yang terlibat dalam proses produksi yang menggunakan tenaga dan pikirannya untuk melakukan proses produksi. Tenaga kerja merupakan salah satu aset produksi. Berdasarkan pembayaran gaji, pada PT. Djarum tenaga kerja dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
       1. Staff
     Yaitu mereka yang bekerja pada PT. Djarum dengan cara pembayaran gaji bulanan. Yang termasuk dalam golongan ini adalah operator, teknisi, Unit Head, staff QC, staff pre-process, dan staff administrasi.
2. Non-staff
     Yaitu mereka yang bekerja pada PT. Djarum berdasarkan banyaknya produksi yang dihasilkan ataupun waktu kerjanya. Yang termasuk dalam golongan ini adalah pekerja harian, borong, pengawas produksi/gudang, bagian geledah, cleaning service, operator harian.
Untuk mendukung keefektifan dan keefisienan kerja, PT. Djarum menetapkan jadwal kerja, antara lain :
1.                      Kategori Netral
1.1   Senin – Jumat        07.00-16.00
1.2   Sabtu         07.00-12.00
2.    Kategori Shift
                 Sedangkan untuk proses produksi sendiri berjalan 24 jam dan dibagi menjadi 3 shift, yaitu sebagai berikut :
Shift 1             06.00-14.00
Shift 2             14.00-22.00
Shift 3             22.00-06.00
Tiap operator akan mendapatkan permenggantian shift setiap 1 minggu dengan urutan A-C-B. Untuk waktu istirahat diberikan toleransi antara pukul 12.00-14.00 selama 1 jam untuk staff, sedangkan untuk non staff diberikan waktu antara pukul 12.00-13.00. Hal ini dilakukan secara bermenggantian untuk menjaga kelancaran proses produksi.
Untuk menjamin kesehatan, karyawan yang termasuk karyawan bulanan akan mendapatkan jaminan kesehatan istri sampai dengan anak ketiga sebesar 90 %. Sedangkan untuk diri sendiri, jaminan kesehatan yang diberikan sebesar 100 %. Khusus bagi karyawan wanita tidak mendapatkan jaminan kesehatan untuk suami dan anak (dibawah sudah ada). Untuk non-staff akan diberikan fasilitas poliklinik gratis dan apabila mengalami rawat inap di Rumah Sakit akan mendapat mengganti sesuai dengan golongan. PT. Djarum juga bekerja sama dengan apotik dan dokter di Kudus untuk mendukung kesehatan karyawannya.
Untuk kesejahteraan karyawan, perusahaan telah menyediakan berbagai macam fasilitas antara lain :
a.    Kantin
b.    Mushola
c.    Koperasi
d.   Poliklinik

2.10     Jaminan Sosial
Jaminan sosial yang diberikan PT. Djarum kepada para tenaga kerjanya meliputi :
1.      Tunjangan Hari Raya (THR)
Tunjangan Hari Raya ini diberikan oleh Direktur Personalia kepada semua karyawan. Besarnya THR ditentukan berdasarkan lama kerja karyawan tersebut (sekarang hanya satu kali gaji).
2.      Astek (Asuransi Tenaga Kerja)
Astek diberikan kepada karyawan harian.
3.      Kesehatan
Karyawan PT. Djarum mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan. Biaya pengobatan karyawan ditanggung oleh perusahaan untuk istri karyawan sampai anak ketiga yaitu sebesar 90 %. Sedangkan untuk diri sendiri, biaya kesehatan ditanggung 100% oleh perusahaan. Khusus bagi karyawan wanita tidak mendapat jaminan kesehatan untuk suami dan anak.
4.      Inventaris kendaraan
Berupa motor dan mobil juga diberikan kepada karyawan berdasarkan tingkat senioritas karyawan atau berdasar level tertentu.
5.      Pinjaman uang
Karyawan dapat meminjam uang pada perusahaan dengan menjadi anggota koperasi. Besar pinjaman maksimal 4 kali gaji.
6.      Jaminan hari tua
Batas usia tertinggi adalah 55 tahun. Setelah itu, karyawan memperoleh dana pensiun. Untuk karyawan yang sudah bekerja minimal 25 tahun, akan mendapatkan jaminan hari tua sebesar 25 kali gaji terakhir. Apabila belum bekerja selama 25 tahun tetapi sudah bekerja selama 15 tahun lebih, karyawan tersebut akan memperoleh jaminan hari tua 15 kali gaji terakhirnya.
7.      Beasiswa
        Beasiswa terbuka bagi semua anak karyawan tanpa terbatas pada level apapun, yang didasarkan atas prestasi belajar. Beasiswa juga diberikan bagi pelajar berprsetasi yang lolos seleksi, meskipun bukan anak karyawan PT. Djarum.

1.11 Cuti Tahunan
Karyawan harian yang sudah bekerja minimal 1 tahun, berhak mengambil cuti tahunan. Biasanya cuti tahunan ini diambil pada bulan Juli. Untuk karyawan bulanan, cuti yang diberikan berupa hari libur saja. Selain itu, cuti dapat diambil pada hari biasa dengan ketentuan maksimal 12 hari. Namun tidak bagi karyawan harian.



1.12 Distribusi
Produk-produk Djarum didistribusikan ke seluruh pelosok Indonesia dan mancanegara melalui jaringan distribusi terpadu dan terkomputerisasi yang dibangun untuk memberikan pelayanan profesioanl dan tepat waktu kepada para pelanggan.
1. Pasar Nasional
Distribusi pasar nasional dikelola oleh 3 perusahaan, yaitu :
1.1  PT. Anindita Multiniaga Indonesia untk wilayah Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Nusa Tenggara, dan Irian.
1.2  PT. Lokaniaga Adipermata untuk Jawa Tengah dan Jawa Barat
1.3  PT. Adiniaga Sentrapersada untuk wilayah Jabotabek, sebagian Jawa Barat, Sumatera serta Kalimantan Barat.
2. Pasar Mancanegara
Distribusi ekspor dilakukan oleh eksportir di pasar-pasar strategis seperti Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Belgia, Jepang, Australia, Saudi Arabia, dan negara-negara ASEAN. Disamping itu, produk-produk Djarum juga didistribusikan ke Timur Tengah, Rusia, Eropa Timur, dan Timur jauh.
Ekspor Djarum yang telah dilakukan sejak tahun 1973, dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Pada tahun 1996 volume penjualan mencapai 450 juta batang/tahun. Akhir tahun 1999, angka penjualan sudah mencapai rata-rata 1.1 milyar batang/tahun.

1.13  Produk
Dari lokal menuju pasar global. Demikianlah produk-produk Djarum tersebar di seluruh pelosok Nusantara dan kemudian mengembangkan sayap untuk mendunia. Kualitas produk, kelengkapan jenis produk untuk mengantisipasi keragaman selera konsumen, serta jaringan distribusi yang terintegrasi adalah modal utama yang mengkokohkan keberadaan Djarum di berbagai belahan dunia. Inilah produk-produknya sebagai berikut :            
1. Produk Domestik
1.1    Djarum Super 12
1.2    Djarum Super 16
1.3    L.A Lights 12
1.4    L.A Lights 16
1.5    L.A Menthol Lights 12
1.6    L.A Menthol Lights 16
1.7    Djarum Coklat
1.8    Djarum Coklat Istimewa
1.9    Djarum Cigarillos (cerutu)
1.10      Djarum 76
1.11      Djarum Black
1.12      Djarum Black Cappucino
1.13      Djarum Mezzo
1.14      Djarum Black Tea

2. Produk Internasional
2.1.  Djarum Super 12’s
2.2.  Djarum Super 20’s
2.3.  Djarum Lights 20’s
2.4.  Djarum Filter Deluxe
2.5.  L.A Lights 16’s
2.6.  L.A Menthol Lights 16’s
2.7.  Djarum Special 12’s
2.8.  Djarum Special 20’s
2.9.  Djarum Special 20’s (International Pack)
2.10.    Djarum Special Lights 20’s
2.11.    Djarum Special Lights 20’s (International Pack)
2.12.    Djarum Special Menthol 20’s
2.13.    Djarum Special Menthol 20’s (International Pack)
2.14.    Djarum Bali hai
2.15.    Djarum Splash
2.16.    Djarum Black 20
2.17.    Djarum Black 10
2.18.    Djarum Clove Cigarillos
2.19.    Gold Seal Sumatra
2.20.    Djarum Vanilla
2.21.    Djarum Cherry
2.22.    Dos Hermanoz

2.14  Sekilas tentang produksi rokok
Dalam departemen produksi untuk pembuatan rokok terbagi atas 3 bagian, yaitu SKT (Sigaret Kretek tangan), SKM (Sigaret Kretek Mesin), dan SPM (Sigaret Putih Mesin). Sedangkan untuk memproduksi rokok dengan mesin memiliki 3 divisi, yaitu Primary, Secondary, dan Pre-Process.
Pembuatan rokok filter di SKM dilakukan secara otomatis dalam satu kesatuan mata rantai produksi. Mesin-mesin pembuat rokok dapat menghasilkan sekitar 6200 batang rokok / menit untuk tiap unitnya. Setiap batang rokok yang tidak memenuhi standard akan dikontrol (di-reject) secara otomatis. Batang rokok yang telah siap akan dibungkus dengan 2 tahapan lagi untuk menjamin rasa dan aroma yang tetap baik sampai di tangan konsumen.
Bagian Primary bertugas menghasilkan campuran tembakau, cengkeh, serta saus yang nantinya akan dikirimkan ke bagian Secondary. Blend yang menggunakan cengkeh hanya untuk produksi pada SKM dan SKT, sedangkan pada SPM, yang hasil produksinya dikenal dengan rokok putih, tidak menggunakan cengkeh untuk blend-nya. Untuk saus ini dikirim dan dibuat oleh bagian riset, dimana output pada Primary dikenal dengan istilah TFB (Tobacco Finished Blend). Bagian Primary membuat tobacco finished blend yang beragam, sesuai dengan kebutuhan produksi. Karena tiap produk rokok campurannya berbeda-beda.
Bagian Secondary bertugas menerima tobacco finished blend (campuran cengkeh, tembakau, dan casing) dan membuatnya menjadi rokok hingga pengepackannya.
          Bagian pre-process bertugas membuat beberapa kebutuhan material rokok, yaitu filter, CTP, aluminium foil menthol. Pembuatan rokok baik SKT maupun SKM terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu pra proses, proses inti, dan finishing.
          Dibawah ini adalah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan rokok. Diantaranya :
1.    Bahan baku
Macam-macam bahan baku yang ada di PT. Djarum dibedakan menjadi 3, yaitu tobacco finished blend, bahan baku rokok batangan, bahan baku rokok pak. Tobacco finished blend adalah tembakau pembuatan rokok yang siap pakai, artinya tembakau yang sudah diproses dengan cengkeh, dan saos yang telah siap dibuat rokok.
2.    Tembakau
Tembakau (nicotiana tabacum L) merupakan bahan utama dalam pembuatan rokok. Tembakau memiliki berbagai macam jenis yang dapat menghasilkan berbagai kualitas tembakau yang berbeda. Agar pengadaan tembakau tetap stabil dan dapat terkendali dan juga untuk meningkatkan penghasilan petani, PT. Djarum melakukan Pengembangan Tanaman Tembakau Djarum (PTTD) pada beberapa kemitraan tembakau yang dilakukan di Lombok, Bondowoso, Temanggung, dan Bromo.

3.    Cengkeh
          Cengkeh (Syzigium aromaticum L)  merupakan ciri khas dari rokok kretek. Penggunaan cengkeh telah dikenal lebih dari 2000 tahun yang lalu sebagai rempah-rempah, obat, dan bahan dasar dalam industri parfum dan pembuatan kandi. Lebih dari separuh hasil cengkeh di Indonesia untuk kebutuhan bahan baku rokok kretek. Cengkeh diolah dengan proses steam terlebih dahulu agar cengkeh mengembang dan keluar aromanya. Setelah itu dilakukan perajangan terhadap cengkeh tersebut. Cengkeh yang dibeli oleh PT. Djarum berbentuk gelondongan.

4.    Saus
Tingkat kesulitan untuk meramu saus jauh lebih sulit daripada meramu tembakau. Bahan pembuatan saus merupakan hasil ekstrasi buah-buahan dan bahan yang lain sehingga tercipta suatu saus yang memiliki cita rasa tinggi. Jenis saus ada 2, yaitu casing dan flavor. Casing pemberi rasa pada tembakau yang telah dicampur dan flavor digunakan untuk memberi aroma pada blend.
Untuk bahan baku rokok batangan yang diperlukan antara lain :
1.    TFB ( Tobbaco Finished Blend )
TFB merupakan campuran antara tembakau, cengkeh, dan saus yang telah diramu menurut persentasi yang berbeda-beda antara satu produk rokok dengan produk rokok lainnya di bagian Primary sebelum didistribusikan ke bagian Secondary untuk langsung diproduksi.
2.    Filter Rod
PT Djarum memproduksi sendiri filternya, bahkan memproduksi untuk anak perusahaannya. Filter yang diproduksi ada 2 jenis, yaitu untuk rokok porous dan non porous. Untuk pembuatannya, PT. Djarum menggunakan mesin KDF yang merupakan buatan Jerman yang memiliki kemampuan 3300 batang/menit untuk filter porous dan 3000 batang/menit untuk filter non porous.Bahan baku untuk pembuatan filter terdiri atas :

1.    Acetate Tow
Berupa serat seperti kapas tipis dan tidak terputus dalam satu gulungan berbentuk kubus. Acetate tow diperoleh dengan mengimpor dari Jepang, Jerman, Amerika Serikat.


2.    Holmelt
         Berupa potongan-potongan kecil berukuran kira-kira 7 mm. Berbentuk kotak dan berwarna kekuningan. Digunakan sebagai lem untuk merekatkan ujung-ujung dari plug wrap.

3.    Triacetin
Merupakan senyawa kimia berupa larutan putih yang digunakan untuk mengeraskan dan menyampaikan acetate tow agar mudah dibentuk dalam rod dan padat.
4.    Inner Glue
Berupa larutan yang digunakan sebagai lem untuk merekatkan bagian terhadap acetate tow dengan plug wrap. Inner glue terbuat dari campuran triasetin dan potongan dari acetate tow.
5.    Plug Wrap
Merupakan pembungkus filter, berupa kertas putih, dan lebih kuat dari papir dan tahan air. Ada 2 macam plug wrap, yaitu porous untuk pembuatan rokok putih yang berkadar low ”tar” dan non porous untuk pembuatan rokok berkadar high ”tar”. Contohnya, rokok Djarum Super untuk plug wrap non porous dan L.A Lights untuk plug wrap porous.
3.    Cigarette paper
Merupakan kertas pembungkus tembakau. Kebutuhan Cigarette paper untuk tiap-tiap produk Djarum berbeda-beda.
4.    CTP ( Cork Tipping Paper )
Merupakan kertas pembungkus filter yang rasanya manis berwarna cokelat untuk rokok filter dan putih untuk semua rokok.
5.    Cairan pemanis (optional)
Terbuat dari gula dan bahan tambahan lainnya yang tentunya menjadi rahasia perusahaan. Cairan pemanis inilah yang memberi rasa manis pada CTP.

6.    Menthol (optional)
Digunakan untuk menciptakan keragaman produk dan juga memenuhi pasar yang selalu merasa tidak pernah puas. Cairan ini diberikan dengan cara menuangkan ke dalam aluminium foil yang digunakan sebagai pembungkus dalam rokok.
7.    Lem papir
Digunakan untuk merekatkan CTP dan papir rokok dalam proses pembuatan cigarette rod dalam mesin Cigarette Maker.
8.    Tinta
Hanya digunakan dalam pembuatan rokok Djarum Super. Karena papir yang digunakan masih dalam bentuk rokok polos, maka mesin Cigarette Maker dilengkapi printer untuk mencetak logo Djarum dalam papir yang digunakan.

2.15   Inspeksi
            Untuk menjamin kualitas produknya, maka dilakukan pemeriksaan produk rokok dengan urutan sebagai berikut :
1.    Pemeriksaan berat rokok.
2.    Pemeriksaan pressure drop.
3.    Pemeriksaan diameter rokok.
4.    Pemeriksaan defect rokok batangan.
5.    Pemeriksaan performance rokok.
     Sedangkan untuk proses pengemasan rokok dilakukan pemeriksaan yang meliputi :
1.    Pemeriksaan pak polos.
2.    Pemeriksaan stamp.
3.    Pemeriksaan wrap.
4.    Pemeriksaan press.



2.16  Keselamatan Kerja
Aturan keselamatan kerja dibuat berdasarkan tujuan agar tercipta suasana kerja yang aman dan nyaman .Pada Departmen Enginering Workshop PT DJARUM mempunyai aturan keselamatan kerja pada waktu melaksanakan pekerjaan .Keselamatan kerja itu antara lain sebagai berikut :
1.    Hati-hati dalam bekerja
2.    Penggunaan masker pada waktu bekerja
3.    Penggunaan sepatu safety saat bekerja untuk melindungi kaki
4.    Penggunaan topi sebagai pelindung kepala
5.    Penggunaan sarung tangan bila diperlukan pada waktu bekerja
6.    Adanya APAR untuk mencegah terjadinya  kebakaran
7.    Adanya alat-alat kebersihan untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja agar terciptanya lingkungan kerja yang sehat .


















BAB III
TINJAUAN TEKNIK

3.1 Pengertian Umum
Mesin conveyor tofi adalah suatu mesin yang berfungsi mengangkut tembakau hasil dari pencacahan produk rokok gagal .tembakau diangkut mesin conveyor ini menuju tempat penampungan untuk kemudian diproses lanjut .

3.2 Bagian-Bagian Mesin Conveyor Tofi
Adapun bagian-bagian dari mesin conveyor tofi beserta penjelasan mengenai fungsi dan kegunaanya adalah sebagai berikut :
3.2.1 Bearing dan Ring
        Bearing pada mesin conveyor ini terpasang pada front ext bar yang berfungsi untuk tempat rumahan roller ,dan agar gerakan roller seimbang .Ring terpasang front ext bar yang berfungsi untuk menjaga bearing agar tidak keluar atau lepas .
3.2.2 Front Ext Bar LH/RH
Pada mesin conveyor ini menggunakan sepasang front ext bar kanan-kiri .Fungsi dari front ext bar LH/RH adalah untuk tempat bearing dan 1ST roller discharge conveyor.
3.2.3 Roller
Roller pada mesin ini berfungsi untuk meringankan beban motor conveyor pada saat memutrkan belt conveyor.Roller yng terdapat pada mesin conveyor mini adalah :
1.         1ST Roller Discharge Conveyor yang terpasang pada front ext bar LH/RH
2.     2ND Roller Discharge Conveyor yang terpasang di tengah conveyor dengan bantuan roller bracket .Roller ini berjumlah 3(tiga) buah .
3.    3RD Roller Discharge Conveyor yng terpasang pada rear ext bar LH/RH
 3.2.4 Meja Conveyor
Mesin ini memiliki 2(dua) buah meja yaitu meja depan dan belakang .Fungsi dari meja ini adalah sebagai penguat dan sebagai jalan nya belt . Meja ini terpasang dengan ditopang kaki meja dan disambung dengan Ext Bar
3.2.5 Ext Bar LH/RH
Ext Bar LH/RH berfungsi untuk menyambungkan kedua belah plat meja depan dan belakang conveyor .pada mesin ini terdapat sepasang Ext Bar LH/RH . Ext Bar memiliki sudut 12°.
3.2.6 Roda Conveyor
Roda pada mesin ini terpsang pada Discharged Conveyor Wheel ,roda ini terbuat dari bahan nylon . Roda pada mesin ini terdapat 2(dua) buah.
3.2.7 Discharged Conveyor Wheel
Discharged conveyor wheel digunakan sebagai tempat rumahan roda conveyor.
3.2.8 Pengaman Roller (Scrapper Roller)
Digunakan untuk membersihkan tembakau yang menempel pada roller .
3.2.9 Belt (Stand Belt)
Belt berfungsi sebagai tempat jalan nya tembakau yang akan diangkut menuju tempat penampungan .Penyambungan belt pada conveyor ini menggunakan belt fastener kemudian di lekatkan dengan mesin cleper .Panjang  belt yang dibutuhkan untuk mesin ini adalah 6 m 36 cm dengan lebar 46 cm .
3.2.10 Penyangga Meja Conveyor
Penyangga meja berfungsi untuk menopang meja conveyor dan berfungsi untuk tempat dudukan motor conveyor .

3.2.11 Gear
Gear berfungsi untuk menerima gerakan dari motor kemudian gear berputar dan memutarkan rantai .Gear yang digunakan pada mesin adalah :
1.gear 40 B 14
2.gear 40 B 20
3.2.12 Rantai
Rantai berfungsi menerima gerak putar dari gear dan rantai memutarkan gear satunya lagi sehingga roller dapat berputar jika motor conveyor di aliri listrik .
3.2.13 Motor conveyor
Motor conveyor berfungsi sebagai tenaga putar pada mesin ini . mesin ini terpasang pada penyangga conveyor . Arah dari gerakan conveyor ini dapat dibolak-balik dengan cara menyetting pada kabel aliran listriknya . Daya motor pda mesin ini sebesar 0,37 KW dengan frekuensi 50 Hertz .
3.2.14 Pengaman Rantai
Pengaman rantai berfungsi untuk mengamankan jalan nya rantai dan untuk keselamatan operator atau orang disekitar conveyor .
3.2.15 Dinding Side Wall
Berfungsi agar tembakau tetap berjalan diatas meja dan untuk pegangan pelipit .
3.2.16 Pelipit
Pelipit berfungsi agar tembakau yang berjalan diatas belt tidak masuk kedalam belt .Pelipit terpasang pada dinding side wall .
3.2.17 As Drat dan L Screw
Berfungsi untuk mengatur keseimbangan 3RD discharge roller agar jalan nya belt lurus dan untuk mengatur kekencangan belt serta kepresisian belt.


3.2.18 Rear Ext Bar LH/RH
Berfungsi untuk tempat rumahan 3ND roller discharged conveyor. Selain berpasangan dengan roller , rear ext bar juga berpasangan dengan L screw dan As drat serta pengencang roller


















BAB IV
ASSEMBLY MESIN CONVEYOR TOFI

4.1          Pengertian Assembly Mesin Conveyor Tofi
Assembly mesin conveyor tofi adalah proses perakitan pembuatan mesin conveyor tofi dari part-part menjadi mesin conveyor tofi yg dapat mengangkut tembakau dari proses pencacahan menuju tempat penampungan .
            Assembly mesin conveyor tofi memerlukan alat-alat kelengkapan ,diantaranya ;
1.    Kunci ring
2.    Kunci pas
3.    Palu lunak
4.    Gerinda tangan
5.    LAS elektroda
6.    Topeng LAS
7.    Meteran













4.2  Langkah Kerja Assembly

1.    Meletakan meja depan dan belakang conveyor dengan posisi terbalik .Merakit roller bracket dengan 2ND roller pada meja depan dan belakang conveyor menggunakan Mur Baut M8 x 20 lalu mengencangkannya dengan kunci pas 12 dan kunci ring 12
Gambar 4.2.1 roller bracket,2ND roller dan meja conveyor

2.    Memasang pelat conveyor wheel pada meja belakang dengan Baut M8 x 20 kemudian mengencangkan dengan kunci ring 12 .Menyetting conveyor wheel,melepas roda pada conveyor wheel kemudian mengelas conveyor wheel dengan plat .Memasang kembali roda conveyor pada conveyor wheel dengan Mur Baut M8 x 20 kemudian mengencangkannya dengan kunci pas 12 dan kunci ring 12

Gambar 4.2.2 merakit conveyor wheel
3.    Memasang Rear Ext Bar LH/RH pada meja belakang menggunakan Baut M8 x 20  kemudian mengencangkannya menggunakan kunci ring 12

Gambar 4.2.3 Rear Ext Bar

4.   Memasang penyangga meja pada meja depan conveyor dengan menggunakan Mur Baut M8 x 20 kemudian mengencangkannya dengan kunci pas 12 dan kunci ring 12

Gambar 4.2.4merakit  penyangga meja conveyor



5.   Merakit Ext Bar LH/RH pada meja depan dengan baut M8 x 20 mengencangkan seperlunya .Merakit meja belakang dengan Ext Bar LH/RH  sehingga kedua meja dapat menjadi satu .Mengganjal meja belakang sampai dengan sudut yang di inginkan memasukan Baut M8 x 20 lalu mengencangkannya dengan seperlunya  .Membalik posisi meja  ,menyetting ketinggian meja conveyor mencapai 7,5 cm lalu mengencangkan Baut yang terdapat pada Ext Bar LH/RH dengan kunci ring 12
Gambar 4.2.5 merakit Ext Bar LH/RH

6.   Merakit roller bracket dan 2ND roller tengah pada sanbungan meja depan dan belakang conveyor menggunakan Mur Baut M8 x 25
Gambar 4.2.6 merakit roller bracket dan 2ND roller pada sambungan meja
7.   Mengolesi vaseline pada bearing dan kedua ujung 1ST  roller kemudian merakit Front Ext Bar LH/RH dengan bearing dan ring menggunakan Baut M6 x  15 .Setelah itu merakit Front Ext Bar LH/RH dengan  1ST roller  dan memasangnya pada meja depan conveyor menggunakan Ring Mur Baut M8 X 20 .Menyetting kepresisian 1ST roller Lalu mengencangkan Baut dengan kunci ring 12

Gambar 4.2.7 merakit 1 ST roller dengan front ext bar LH/RH pada meja conveyor

8.   Merakit scrapper dengan 3RD roller dengan cara salah satu pengait pada scrapper dilepas dahulu ,kemudian memasang roller pada scrapper dan memasang kembali pengait scrapper .Menyetting scrapper agar tidak bertumbukan dengan 3RD roller .Merakit scrapper yang telah terpasang 3RD roller pada meja belakang conveyor menggunakan Mur Baut M8 x 20 dan ring per .Menyetting kedua sisi scapper lalu mengencangkannya dengan kunci pas 12 dan kunci ring 12.

Gambar 4.2.8 merakit scraper dengan 3RD  roller pada meja conveyor

9.   Memasang dinding side wall LH/RH belakang pada meja belakang conveyor dengan menggunakan 3 baut terlebih dahulu kemudian memasang dinding side wall LH/RH depan pada meja depan conveyor dengan menggunakan 3 baut terlebih dahulu .Menyetting dinding side wall depan dan dinding side wall belakang agar pada sambungan antara meja depan dan belakang tidak ada yang menonjol .Jika ada yang belum pas ,melepas dinding side wall depan kemudian menggerinda dinding side wall tersebut sampai sudutnya sama dengan dinding side wall belakang  .Setelah itu memasang semua Mur Baut M8 x 15 dan mengencangkannya dengan kunci pas 12 dan kunci ring 12
Gambar 4.2.9 merakit dinding side wall
10.  Memasang pelipit dan belt pengaman dengan cara memasang dahulu belt pengaman yang telah dilubangi kemudian menutup dengan pelipit dan mengencanginya dengan  Baut M6 x  20 menggunakan kunci ring 10

Gambar 4.2.10 merakit pelipit

11.  Memasang belt conveyor melewati antara meja conveyor dan belt pengaman dan melewatkannya pada roller .Menyambung belt menggunakan belt fastener dengan mesin cleper .

Gambar 4.2.11 merakit belt conveyor

12.  Merakit motor conveyor pada penyangga meja conveyor menggunakan Mur Ring Baut M8 x 20 dan mengencangkannya dengan kunci pas 12 dan kunci ring 12 .Memasang As drat untuk menopang motor conveyor .

Gambar 4.2.12 merakit motor conveyor pada penyangga meja

13.  Mengolesi dalam gear dengan vaseline kemudian merakit gear pada 1ST roller conveyor dan mengencangkannya dengan spie

Gambar 4.2.13 merakit gear pada 1ST roller

14.  Memasang gear pada motor ,menyetting agar posisi gear pada motor dan gear yang terdapat pada 1ST roller sejajar .Mengencangkannya menggunakan spie

Gambar 4.2.14 merakit gera pada motor conveyor

15.  Memasang rantai motor yang menghubungkan motor conveyor dengan 1ST roller

Gambar 4.2.15 merakit rantai

16.  Memasang pengaman rantai menggunakan Baut M6 x 15 kemudian mengencangkannya dengan kunci ring 10

Gambar 4.2.16 merakit pengaman rantai












BAB V
PENUTUP
         Dengan selesainya penyusunan laporan ini,penulis memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT.yang telah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penyusunan laporan dapat selesai dengan baik.Selama pelaksanaan praktik kerja industri di PT DJARUM KUDUS ENGINERING WORKSHOP tentunya penulis mendapatkan banyak pelajaran dan pengajaran yang tentunya bermanfaat khususnya bagi penulis.
         Pada laporan ini disusun berdasarkan data-data yang diperoleh selama mengikuti praktik kerja industri di PT DJARUM KUDUS ENGINERING WORKSHOP selama empat bulan.Maka dari hal tersebut penulis dapat menarik kesimpulan,saran maupun kesan-kesan selama praktik kerja industri ini.

5.1  Kesimpulan
         Penulis dapat menarik kesimpulan selama praktik kerja industri sebagai berikut :
1.   Penulis mengetahui prinsip kerja dan kegunaan conveyor tofi
2.   Penulis dapat mengetahui bagian-bagian conveyor tofi kegunaanya.
3.   Dapat melakukan pembongkaran dan pemasangan bagian conveyor tofi
4.   Penulis dapat melakukan  proses maintenance pada mesin conveyor tofi
5.   Penulis dapat mengetahui perawatan yang dilakukan pada mesin conveyor tofi

5.2  Kesan - kesan
      Selama penulis menjalani praktik kerja industri di PT DJARUM KUDUS ENGINERING WORKSHOP banyak hal tentunya yang dapat dipetik.Ilmu yang didapat tentunya sangat bermanfaat sebagai pengalaman kerja nantinya bila terjun dalam dunia pekerjaan.Penulis sadar bahwa dunia kerja sangatlah keras maka diperlukan banyak pengalaman sehingga mampu dalam menjalankan berbagai tugas yang diberikan.Selain pengalaman kerja penulis mendapatkan pengalaman tentang kehidupan yang tidak mungkin penulis dapatkan selama proses pengajaran di sekolah tentunya.Oleh karena itu pengalaman-pengalaman tersebut akan penulis jadikan sebagai tuntunan dan pedoman dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.
      Penyusun merasakan bahwa tugas di lapangan sangatlah berat,namun dalam pelaksanaanya bila dikerjakan dengan sepenuh hati,ikhlas,rasa,dan tanggung jawab maka pekerjaan akan terasa ringan tentunya.Selain itu kerjasama tim merupakan modal utama untuk menjalin terbentuknya sikap solid terhadap sesama,sehingga bila mengerjakan  pekerjaan yang berat maka akan terasa lebih mudah dan ringan tentunya.

5.3  Saran – saran
      Setelah  penulis melaksanakan praktik kerja industri,penulis mendapatkan pengalaman kerja yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Adapun saran yang penulis berikan sebagai berikut:
      5.3.1 Bagi siswa
1.   Hendaknya siswa selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan praktik kerja industri.
2.Peserta praktik kerja harus siap dalam menghadapi dunia industri
3.Siswa harus memahami ruang lingkup pekerjaan
4.   Jangan ragu untuk bertanya bila mendapat kesulitan saat pelaksanaan pekerjaan.
5.   Meningkatkan  kedisiplinan dalam bekerja sehingga dapat mencerminkan etos kerja yang tinggi
6.   Hendaknya selalu bersikap jujur dalam berbagai hal,karena kejujuran dapat mengantarkan kita dalam keberhasilan





5.3.2 Bagi perusahaan
1.Perhatikan gerakan belt saat mesin conveyor berjalan ,periksa belt supaya jalan nya presisi.
2.Persiapan sebelum atau sesudah pelaksanaan assembly harus ditingkatkan agar tidak menghambat dalam pekerjaan.
3.Pemakaian  tool sebagai penunjang proses perawatan maupun penggantian part harus sesuai.
4.  Jangan menunda penggantian part mesin  telah habis masa pakainya.
5. Standarisasi  mesin harus selalu diperhatikan

5.4 Penutup
      Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan hidayahNya sehingga penulis dapat  menyelesaikan laporan praktik kerja industri di PT DJARUM KUDUS ENGINERING WORKSHOP.Berbagai hal telah penulis laporkan pada laporan ini,semoga dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi pembaca.Semoga apa yang penyusun sampaikan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan praktik kerja industri demi meningkatkan kulitas dalam bekerja.Demikian yang dapat penulis laporkan,tidak lupa penulis  menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan dan pelaksanaan praktik kerja industri ini. 







DAFTAR PUSTAKA



















Text Box: LAMPIRAN